--: Dewata News -- Media Partner Informasi Anda :--
Lowongan Kerja Mortech Singaraja

Lowongan Kerja Mortech Singaraja



Lowongan Kerja Mortech Singaraja
http://3.bp.blogspot.com/-z4T5Hz058oU/U8cd3Rv-_pI/AAAAAAAAClo/S2yCOO3AjM0/s72-c/2014-07-16+18.28.03.jpg
Baca
Lowongan Kerja PT. Usaha Digdaya Muncul Singaraja

Lowongan Kerja PT. Usaha Digdaya Muncul Singaraja



Lowongan Kerja PT. Usaha Digdaya Muncul Singaraja
http://1.bp.blogspot.com/-qSs-eih--AA/U8cda7qMnfI/AAAAAAAAClg/AcDyogyQveE/s72-c/2014-07-08+17.39.07.jpg
Baca
Job Fair Buleleng 2014

Job Fair Buleleng 2014



Job Fair Buleleng 2014
http://1.bp.blogspot.com/-8dOukkgBgoI/U8YvwtDdWfI/AAAAAAAAClQ/P_c0obGn3xs/s72-c/2014-07-15+18.18.30.jpg
Baca
Lowongan PT Wings Surya Singaraja

Lowongan PT Wings Surya Singaraja



Lowongan PT Wings Surya Singaraja
http://2.bp.blogspot.com/-Hui1EXQPIZI/U7Oo59738VI/AAAAAAAACkk/VODzsvKekKw/s72-c/2014-06-28+15.53.44.jpg
Baca
Lowongan Kerja Buleleng

Lowongan Kerja Buleleng



Lowongan Kerja Buleleng
http://2.bp.blogspot.com/-gK1P14SkmTM/U60jC2onJeI/AAAAAAAACkM/ZUCAQvb2vdw/s72-c/2014-06-24+18.23.52.jpg
Baca
Apa Kabar "Drama Gong Buleleng" ???

Apa Kabar "Drama Gong Buleleng" ???

BULELENG,
Masih adakah sekaa drama gong di Buleleng? Agaknya karya panggung yang lahir sekitar tahun 1960-an, hasil perkawinan seni tonil atau sandiwara melayu dengan gong kebyar, beberapa tahun ini mulai ditinggalkan oleh seniman-seniman Buleleng. Meski pementasan drama gong masih semarak dan kerap tampil di televisi, itu bukanlah berasal dari sekaa drama gong Buleleng. Lantas, ke mana drama gong Buleleng?
PEMENTASAN drama gong memang masih semarak dan kerap tampil di televisi, namun itu bukanlah berasal dari sekaa drama gong Buleleng. Yang memastikan itu bukan sekaa drama gong Buleleng antara lain logat bahasanya, peristiwa dramatiknya, serta garapan artistik panggungnya yang tak memakai layar-layar berlukiskan panorama dalam setiap pergantian adegannya. Hal itulah merupakan ciri drama gong gaya Buleleng yang merupakan sebuah warna lain yang mulai dilupakan oleh penggemar drama gong.
Sementara pada tahun 1970-1980, degup detak sekaa drama Gong Buleleng sangat riuh. Mereka sangat terkenal. Melanglang pentas tidak hanya di seputar Kabupaten Buleleng, juga ke panggung-panggung desa di kabupaten lainnya di Bali bahkan hingga ke Lombok. Sebut misalnya sekaa drama gong Puspa Anom dari Desa Banyuning yang tampil monumental dengan lakon cerita saduran dari Cina, "Sampek Ing Tay". Pementasannya merambah hingga ke Lombok selama belasan hari berturut-turut. Yang membanggakan, pementasannya tak hanya ditujukan untuk menghibur, tapi kerap ditangap dalam rangka penggalian dana untuk perbaikan dan pembangunan Bale Banjar.
Kebanggaan itu sebetulnya tidak hanya dinikmati oleh para senimannya, juga memberi imbas kebanggaan pada masyarakat Buleleng. Namun kini kebanggaan terhadap sekaa drama gong Buleleng hanya tinggal sepenggal kenangan yang tercatat tanpa tinta dalam benak penontonnya. Sejumlah sekaa drama gong Buleleng yang berasal dari Desa Banyuning, Sanggalangit, Tukadmungga, Sawan dan Penarukan nyaris tak terdengar beritanya.
Kesuksesan sekaa drama gong yang kebanjiran order pentas pada masanya menjadi semacam legenda saja. Hanya sesekali sekaa drama gong Banyuning didaulat pentas memenuhi permintaan seseorang dalam rangka membayar kaul yang tak sempat dibayar pada masa kejayaan sekaa tersebut. Kemudian sekitar tahun 2002, Sanggar Dwi Mekar pernah membuat duplikat drama "Sampek Ing Tay", namun usaha revitalisasi ini tidak mampu mengulang kesuksesan sekaa drama gong Puspa Anom.
Tetapi kepiawaian sekaa drama gong Buleleng masih menampakan jejaknya pada setiap festival drama gong anak-anak maupun remaja se-Bali. Dalam event festival, drama gong yang pernah diselenggarakan dalam Pesta Kesenian Bali itu, drama gong anak-anak dan remaja duta Buleleng sering mengungguli drama gong remaja dari kabupaten-kabupaten lainnya. Sayangnya, keunggulan sekaa drama gong anak-anak dan remaja itu hanya berhenti pada prestasi pada lomba. Sesudah lomba mereka tak mengolah lagi sekaa-nya menjadi sekaa yang tumbuh mandiri dan profesional, sebagaimana para pendahulunya. Hal inilah yang menyebabkan sekaa drama gong Buleleng tak memiliki kelanjutannya.
***
Ada yang menduga, popularitas drama gong Buleleng memudar ketika sejumlah sekaa drama gong dari Gianyar, Denpasar dan Bangli bermunculan. Sekaa drama gong yang memiliki bintang lawakan terkenal semacam Petruk, Dolar, Dadad, Kiul, Komang Apel, Lodra, Sukerti, Yudane, Rawit, Codet, Cedil, Sugita, Sulasmi, Gung Mayun dan seterusnya. Selain menyuguhkan cerita yang baru juga full dengan lawakan yang tak kurang dibawakan oleh empat pelawak serta para pemerannya memakai bahasa berkarakteristik lembut. Performance ini tentu beda dengan sekehe drama gong Buleleng yang menampilkan lawakan secukupnya serta menggunakan ucapan khas Buleleng yang cenderung naturalis ekspresif, apa adanya sebagaimana pengucapan bahasa gaya masyarakat Buleleng.
Kehadiran televisi Denpasar yang kala itu merupakan media baru yang tengah digandrungi publik ikut juga "mengubur" sekaa drama gong Buleleng. Sebab, jarang media kaca itu tak memberi peluang sekaa drama gong Buleleng tampil dalam media tersebut sehingga publik makin melupakannya. Bahkan masyarakat Buleleng yang dulu menjadi publik utama drama gong Buleleng pun melupakan sekaa-sekaa drama Gong Buleleng. Ironis memang.
Keberadaan sebuah sekaa drama gong memang tak bisa dipisahkan dengan penontonnya. Sekaa tetap hidup jika order pentas mengalir, sebaliknya sekaa mati ketika penontonnya mulai tak menanggapnya lagi. Hubungan dagang ini sebetulnya bisa disiasati jika saja sekaa-sekaa drama gong rajin menyikapi permintaan publiknya. Salah satunya adalah masalah suksesi keaktoran. Sisi inilah yang kurang diperhatikan oleh sekehe drama gong Buleleng, padahal masalah ini sangat perlu. Perjalanan waktu, tentu membuat aktor drama gong menua secara energi dan pisik, sementara kisah yang dipanggungkan memerlukan peran muda.
Hal ini memang tak mudah, sebab aktor-aktor drama gong tak direkrut melalui pelatihan sebagaimana seniman tari, tabuh maupun teater modern. Kepiawaian aktor drama gong tumbuh masak dalam perjalanan pentasnya. Tetapi usaha penyegaran tetap ada dengan jalan "mengebon" (meminjam) dari sekaa lain, baik untuk pemeran muda maupun pelawaknya. Namun karena bersifat insidental, para pemeran "bon"-an itu tak mampu menyatu terutama dalam hal melakukan improvisasi kelompok. Inilah yang melunturkan greget tontonan drama gong Buleleng di mata penontonnya. Sensasi lainnya yang masih bisa dikembangkan untuk memikat penonton adalah kekuatan artistik serta trik-trik spektakuler. Contoh yang paling nyata kita lihat adalah ketika sebuah televisi di Jakarta menghidupkan kesenian ketoprak. Dengan label Ketoprak humor, ditampilkan bintang tamu dari kalangan selebritis. Namun untuk sementara sekaa drama gong cukup mengundang selebritis lokal, pejabat Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, bahkan seorang Pecalang sekalipun yang cukup populer di wilayah pementasan diadakan. Selain itu penataan artististik ditata lebih api dan variatif demikian pula kostum maupun trik-triknya.
Dalam hal kebiasaan melakukan improvisasi total yang hanya mengandalkan jalinan cerita pun perlu dipertimbangkan lagi. Sudah saatnya sebuah sekaa drama gong memiliki seorang penulis naskah, sutradara, koreografer, penata lampu, penata musik, kritikus pengembangan kualitas performance sekaa, bahkan bila perlu diadakan seorang manajer. Akankah sekaa drama gong Buleleng punah di tengah langkanya kesenian pop tradisional yang ada di Buleleng? Akankah drama gong gaya Buleleng lenyap? Para pemikir budaya, seniman-seniman lawas drama gong Buleleng dan pemegang kebijakan kebudayaan di Buleleng perlu memikirkannya. Sebab, jika dibiarkan punah, wajar saja masyarakat yang haus akan hiburan kesenian pop tradisional tak punya pilihan tontonan lagi selain menanggapi joged erotis, sebagaimana yang terjadi di suatu pelosok desa.




BULELENG,
Masih adakah sekaa drama gong di Buleleng? Agaknya karya panggung yang lahir sekitar tahun 1960-an, hasil perkawinan seni tonil atau sandiwara melayu dengan gong kebyar, beberapa tahun ini mulai ditinggalkan oleh seniman-seniman Buleleng. Meski pementasan drama gong masih semarak dan kerap tampil di televisi, itu bukanlah berasal dari sekaa drama gong Buleleng. Lantas, ke mana drama gong Buleleng?
PEMENTASAN drama gong memang masih semarak dan kerap tampil di televisi, namun itu bukanlah berasal dari sekaa drama gong Buleleng. Yang memastikan itu bukan sekaa drama gong Buleleng antara lain logat bahasanya, peristiwa dramatiknya, serta garapan artistik panggungnya yang tak memakai layar-layar berlukiskan panorama dalam setiap pergantian adegannya. Hal itulah merupakan ciri drama gong gaya Buleleng yang merupakan sebuah warna lain yang mulai dilupakan oleh penggemar drama gong.
Sementara pada tahun 1970-1980, degup detak sekaa drama Gong Buleleng sangat riuh. Mereka sangat terkenal. Melanglang pentas tidak hanya di seputar Kabupaten Buleleng, juga ke panggung-panggung desa di kabupaten lainnya di Bali bahkan hingga ke Lombok. Sebut misalnya sekaa drama gong Puspa Anom dari Desa Banyuning yang tampil monumental dengan lakon cerita saduran dari Cina, "Sampek Ing Tay". Pementasannya merambah hingga ke Lombok selama belasan hari berturut-turut. Yang membanggakan, pementasannya tak hanya ditujukan untuk menghibur, tapi kerap ditangap dalam rangka penggalian dana untuk perbaikan dan pembangunan Bale Banjar.
Kebanggaan itu sebetulnya tidak hanya dinikmati oleh para senimannya, juga memberi imbas kebanggaan pada masyarakat Buleleng. Namun kini kebanggaan terhadap sekaa drama gong Buleleng hanya tinggal sepenggal kenangan yang tercatat tanpa tinta dalam benak penontonnya. Sejumlah sekaa drama gong Buleleng yang berasal dari Desa Banyuning, Sanggalangit, Tukadmungga, Sawan dan Penarukan nyaris tak terdengar beritanya.
Kesuksesan sekaa drama gong yang kebanjiran order pentas pada masanya menjadi semacam legenda saja. Hanya sesekali sekaa drama gong Banyuning didaulat pentas memenuhi permintaan seseorang dalam rangka membayar kaul yang tak sempat dibayar pada masa kejayaan sekaa tersebut. Kemudian sekitar tahun 2002, Sanggar Dwi Mekar pernah membuat duplikat drama "Sampek Ing Tay", namun usaha revitalisasi ini tidak mampu mengulang kesuksesan sekaa drama gong Puspa Anom.
Tetapi kepiawaian sekaa drama gong Buleleng masih menampakan jejaknya pada setiap festival drama gong anak-anak maupun remaja se-Bali. Dalam event festival, drama gong yang pernah diselenggarakan dalam Pesta Kesenian Bali itu, drama gong anak-anak dan remaja duta Buleleng sering mengungguli drama gong remaja dari kabupaten-kabupaten lainnya. Sayangnya, keunggulan sekaa drama gong anak-anak dan remaja itu hanya berhenti pada prestasi pada lomba. Sesudah lomba mereka tak mengolah lagi sekaa-nya menjadi sekaa yang tumbuh mandiri dan profesional, sebagaimana para pendahulunya. Hal inilah yang menyebabkan sekaa drama gong Buleleng tak memiliki kelanjutannya.
***
Ada yang menduga, popularitas drama gong Buleleng memudar ketika sejumlah sekaa drama gong dari Gianyar, Denpasar dan Bangli bermunculan. Sekaa drama gong yang memiliki bintang lawakan terkenal semacam Petruk, Dolar, Dadad, Kiul, Komang Apel, Lodra, Sukerti, Yudane, Rawit, Codet, Cedil, Sugita, Sulasmi, Gung Mayun dan seterusnya. Selain menyuguhkan cerita yang baru juga full dengan lawakan yang tak kurang dibawakan oleh empat pelawak serta para pemerannya memakai bahasa berkarakteristik lembut. Performance ini tentu beda dengan sekehe drama gong Buleleng yang menampilkan lawakan secukupnya serta menggunakan ucapan khas Buleleng yang cenderung naturalis ekspresif, apa adanya sebagaimana pengucapan bahasa gaya masyarakat Buleleng.
Kehadiran televisi Denpasar yang kala itu merupakan media baru yang tengah digandrungi publik ikut juga "mengubur" sekaa drama gong Buleleng. Sebab, jarang media kaca itu tak memberi peluang sekaa drama gong Buleleng tampil dalam media tersebut sehingga publik makin melupakannya. Bahkan masyarakat Buleleng yang dulu menjadi publik utama drama gong Buleleng pun melupakan sekaa-sekaa drama Gong Buleleng. Ironis memang.
Keberadaan sebuah sekaa drama gong memang tak bisa dipisahkan dengan penontonnya. Sekaa tetap hidup jika order pentas mengalir, sebaliknya sekaa mati ketika penontonnya mulai tak menanggapnya lagi. Hubungan dagang ini sebetulnya bisa disiasati jika saja sekaa-sekaa drama gong rajin menyikapi permintaan publiknya. Salah satunya adalah masalah suksesi keaktoran. Sisi inilah yang kurang diperhatikan oleh sekehe drama gong Buleleng, padahal masalah ini sangat perlu. Perjalanan waktu, tentu membuat aktor drama gong menua secara energi dan pisik, sementara kisah yang dipanggungkan memerlukan peran muda.
Hal ini memang tak mudah, sebab aktor-aktor drama gong tak direkrut melalui pelatihan sebagaimana seniman tari, tabuh maupun teater modern. Kepiawaian aktor drama gong tumbuh masak dalam perjalanan pentasnya. Tetapi usaha penyegaran tetap ada dengan jalan "mengebon" (meminjam) dari sekaa lain, baik untuk pemeran muda maupun pelawaknya. Namun karena bersifat insidental, para pemeran "bon"-an itu tak mampu menyatu terutama dalam hal melakukan improvisasi kelompok. Inilah yang melunturkan greget tontonan drama gong Buleleng di mata penontonnya. Sensasi lainnya yang masih bisa dikembangkan untuk memikat penonton adalah kekuatan artistik serta trik-trik spektakuler. Contoh yang paling nyata kita lihat adalah ketika sebuah televisi di Jakarta menghidupkan kesenian ketoprak. Dengan label Ketoprak humor, ditampilkan bintang tamu dari kalangan selebritis. Namun untuk sementara sekaa drama gong cukup mengundang selebritis lokal, pejabat Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, bahkan seorang Pecalang sekalipun yang cukup populer di wilayah pementasan diadakan. Selain itu penataan artististik ditata lebih api dan variatif demikian pula kostum maupun trik-triknya.
Dalam hal kebiasaan melakukan improvisasi total yang hanya mengandalkan jalinan cerita pun perlu dipertimbangkan lagi. Sudah saatnya sebuah sekaa drama gong memiliki seorang penulis naskah, sutradara, koreografer, penata lampu, penata musik, kritikus pengembangan kualitas performance sekaa, bahkan bila perlu diadakan seorang manajer. Akankah sekaa drama gong Buleleng punah di tengah langkanya kesenian pop tradisional yang ada di Buleleng? Akankah drama gong gaya Buleleng lenyap? Para pemikir budaya, seniman-seniman lawas drama gong Buleleng dan pemegang kebijakan kebudayaan di Buleleng perlu memikirkannya. Sebab, jika dibiarkan punah, wajar saja masyarakat yang haus akan hiburan kesenian pop tradisional tak punya pilihan tontonan lagi selain menanggapi joged erotis, sebagaimana yang terjadi di suatu pelosok desa.




Apa Kabar "Drama Gong Buleleng" ???
http://2.bp.blogspot.com/-liyn6NXX9f8/U5vJ4ozbqxI/AAAAAAAACjY/CuLMTxxdpfo/s72-c/drama+gong.jpg
Baca
HIV/AIDS di Buleleng Makin Mengkhawatirkan

HIV/AIDS di Buleleng Makin Mengkhawatirkan

BULELENG,
Penularan penyakit HIV/AIDS di Buleleng nampaknya makin mengkhawatirkan. Bukan hanya dari jumlah kasus penularannya yang kini mencapai 1.992 kasus, tapi ada fakta yang mencengangkan di mana ada 39 orang PNS di Bali Utara dinyatakan positif tertular virus mematikan ini. Tak hanya itu, tercatat 11 orang mahasiswa juga terjangkit virus yang belum ada obatnya itu. Hal itu diungkapkan Konselor Voluntery Test (VCT ) Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI) Buleleng I Made Riko Wibawa, Selasa (10/6). Riko Wibawa mengatakan, data PNS yang tertular HIV/ AIDS ini merupakan angka komulatif mulai tahun 1999 silam hingga April 2014. Jumlah PNS yang terjangkit virus HIV/AIDS angkanya tergolong tinggi dan cukup mengkhawatirkan. Riko mencontohkan, penularan virus HIV/AIDS sebenarnya bukan hanya menghantui masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah. Kerap kali masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan cukup tinggi juga terjangkit virus ini. Hal ini terjadi karena mereka menganggap virus ini sebagai angin lalu dan belakangan baru menyesal setelah dinyatakan positif terjangkit HIV/ AIDS. “Ini angka komulatif yang kami punya dan memang ada PNS dan mahasiswa yang tertular virus ini,” katanya. Selain dari kalangan profesi PNS dan mahasiswa, kalangan ibu rumah tangga (IRT) juga banyak yang terjangkit virus HIV/AIDS. Jumlahnya tercatat sebanyak 362 orang. Disusul dari kelompok profesi wiraswasta dengan 334 kasus, dan kelompok profesi buruh dengan 308 kasus. “Kalangan ibu rumah tangga tertular dari suaminya dan suaminya sebelumnya tertular di luar.


Via : Balipost
BULELENG,
Penularan penyakit HIV/AIDS di Buleleng nampaknya makin mengkhawatirkan. Bukan hanya dari jumlah kasus penularannya yang kini mencapai 1.992 kasus, tapi ada fakta yang mencengangkan di mana ada 39 orang PNS di Bali Utara dinyatakan positif tertular virus mematikan ini. Tak hanya itu, tercatat 11 orang mahasiswa juga terjangkit virus yang belum ada obatnya itu. Hal itu diungkapkan Konselor Voluntery Test (VCT ) Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI) Buleleng I Made Riko Wibawa, Selasa (10/6). Riko Wibawa mengatakan, data PNS yang tertular HIV/ AIDS ini merupakan angka komulatif mulai tahun 1999 silam hingga April 2014. Jumlah PNS yang terjangkit virus HIV/AIDS angkanya tergolong tinggi dan cukup mengkhawatirkan. Riko mencontohkan, penularan virus HIV/AIDS sebenarnya bukan hanya menghantui masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah. Kerap kali masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan cukup tinggi juga terjangkit virus ini. Hal ini terjadi karena mereka menganggap virus ini sebagai angin lalu dan belakangan baru menyesal setelah dinyatakan positif terjangkit HIV/ AIDS. “Ini angka komulatif yang kami punya dan memang ada PNS dan mahasiswa yang tertular virus ini,” katanya. Selain dari kalangan profesi PNS dan mahasiswa, kalangan ibu rumah tangga (IRT) juga banyak yang terjangkit virus HIV/AIDS. Jumlahnya tercatat sebanyak 362 orang. Disusul dari kelompok profesi wiraswasta dengan 334 kasus, dan kelompok profesi buruh dengan 308 kasus. “Kalangan ibu rumah tangga tertular dari suaminya dan suaminya sebelumnya tertular di luar.


Via : Balipost
HIV/AIDS di Buleleng Makin Mengkhawatirkan
http://2.bp.blogspot.com/-ZBE-MT4JWVk/U5kWZ5X476I/AAAAAAAACjE/y8FXlLsBn7w/s72-c/AIDS-HIV.png
Baca
Tower Bodong Makin Marak di Buleleng

Tower Bodong Makin Marak di Buleleng

ilustrasi tower
BULELENG,
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng memberikan dead line sebulan bagi pemilik ruko yang dikontrak proyek tower yang diketahui tanpa izin alias bodong. Dari hasil pemantauan dilapangan ditemukan sedikitnya ada kurang lebih 25 ruko yang dikontrak untuk proyek pembangunan tower tak berizin tersebut. Jika dalam waktu sebulan yang diberikan pihak satpol PP tak juga digubris oleh pemilik tower dan tidak ada niat pemilik tower untuk mengurus izin, maka Satpol PP mengancam akan menyegel paksa tower-tower tersebut. Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng Putu Hartana menjelaskan, dari pendataan dan pemantauan di lapangan, pihaknya menemukan setidaknya ada 27 perusahaan yang telah membangun tower telekomunikasi dengan cara mengontrak banguan ruko milik perorangan. 
ilustrasi tower
BULELENG,
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng memberikan dead line sebulan bagi pemilik ruko yang dikontrak proyek tower yang diketahui tanpa izin alias bodong. Dari hasil pemantauan dilapangan ditemukan sedikitnya ada kurang lebih 25 ruko yang dikontrak untuk proyek pembangunan tower tak berizin tersebut. Jika dalam waktu sebulan yang diberikan pihak satpol PP tak juga digubris oleh pemilik tower dan tidak ada niat pemilik tower untuk mengurus izin, maka Satpol PP mengancam akan menyegel paksa tower-tower tersebut. Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng Putu Hartana menjelaskan, dari pendataan dan pemantauan di lapangan, pihaknya menemukan setidaknya ada 27 perusahaan yang telah membangun tower telekomunikasi dengan cara mengontrak banguan ruko milik perorangan. 
Tower Bodong Makin Marak di Buleleng
http://1.bp.blogspot.com/-crL96Dhd1iI/U5kUmoAhHqI/AAAAAAAACi4/1Gv9dDnPXoI/s72-c/Disinyalir+Banyak+Tower+Bodong.jpg
Baca
2 Warga Bengkala Pesta Sabu

2 Warga Bengkala Pesta Sabu

BULELENG,
Belum sepekan Satuan Narkoba Polres Buleleng mengamankan seorang pengguna narkoba di daerah barat, kini dua orang kembali diamankan Buser Narkoba dari daerah timur tepatnya Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan lantaran kedapatan mengkonsumsi Narkoba bersama-sama.

Ketut Sumitra (41) bersama bersama Ketut Kariasa (43) terpaksa diamankan aparat Kepolisian lantaran kedapatan sedang mengkonsumsi narkoba di tempat bermain billiard di Banjar Dinas Kajanan, Desa bengkala. "Bermula dari informasi masyarakat, kemudian kami melakukan penyelidikan dan benar ada yang mengkomsi Narkoba di tempat bermain billiard," papar Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan, Senin (9/6/2014). 

Pengembangan sudah dilakukan hingga ke Denpasar sesuai dengan keterangan salah satu pelaku, namun demikian ketika di kroscek nama yang diberikan tidak bisa dihubungi dan alamatnya pun nihil hal ini tentu menyulitkan pengungkapan kasus yang digolongkan sebagai ekstra ordinary crime dimana kelengkapan bukti-bukti sangat penting.

Ketika ditanyakan kepada Sumitra prihal penangkapan tersebut mengaku sudah lama mengkonsumsi Narkoba dan hanya sebagai pengguna, tidak pernah menjual kepada orang lain. "Sudah lama pak, lupa. Belinya sebulan sekali ten setiap hari, kecuali hari raya kebetulan tyang pulang kampung. Biasanya beli 1 gram seharga Rp 2 juta," ungkap Sumitra yang mengaku mendapatkan uang dari hasil saye / penyelenggarakan tajen di Padang Sambeyan dengan santai.

Dari penangkapan kedua orang ini Polisi menyita 2 paket kristal bening yang diduga merupakan narkotika jenis sabu-sabu, "Barang bukti yang kami sita sabu-sabu dengan berat masing-masing 0,14 gram dan 0,32 gram beserta sejumlah barang yang digunakan untuk mengkonsumsinya seperti alat isap bong, korek, pipet kaca, pipet plastik jarum dan plastik plip," kata Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra.

Agus Widarma mengungkapkan kini keduannya dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.



VIA : Lokal Zone
BULELENG,
Belum sepekan Satuan Narkoba Polres Buleleng mengamankan seorang pengguna narkoba di daerah barat, kini dua orang kembali diamankan Buser Narkoba dari daerah timur tepatnya Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan lantaran kedapatan mengkonsumsi Narkoba bersama-sama.

Ketut Sumitra (41) bersama bersama Ketut Kariasa (43) terpaksa diamankan aparat Kepolisian lantaran kedapatan sedang mengkonsumsi narkoba di tempat bermain billiard di Banjar Dinas Kajanan, Desa bengkala. "Bermula dari informasi masyarakat, kemudian kami melakukan penyelidikan dan benar ada yang mengkomsi Narkoba di tempat bermain billiard," papar Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan, Senin (9/6/2014). 

Pengembangan sudah dilakukan hingga ke Denpasar sesuai dengan keterangan salah satu pelaku, namun demikian ketika di kroscek nama yang diberikan tidak bisa dihubungi dan alamatnya pun nihil hal ini tentu menyulitkan pengungkapan kasus yang digolongkan sebagai ekstra ordinary crime dimana kelengkapan bukti-bukti sangat penting.

Ketika ditanyakan kepada Sumitra prihal penangkapan tersebut mengaku sudah lama mengkonsumsi Narkoba dan hanya sebagai pengguna, tidak pernah menjual kepada orang lain. "Sudah lama pak, lupa. Belinya sebulan sekali ten setiap hari, kecuali hari raya kebetulan tyang pulang kampung. Biasanya beli 1 gram seharga Rp 2 juta," ungkap Sumitra yang mengaku mendapatkan uang dari hasil saye / penyelenggarakan tajen di Padang Sambeyan dengan santai.

Dari penangkapan kedua orang ini Polisi menyita 2 paket kristal bening yang diduga merupakan narkotika jenis sabu-sabu, "Barang bukti yang kami sita sabu-sabu dengan berat masing-masing 0,14 gram dan 0,32 gram beserta sejumlah barang yang digunakan untuk mengkonsumsinya seperti alat isap bong, korek, pipet kaca, pipet plastik jarum dan plastik plip," kata Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra.

Agus Widarma mengungkapkan kini keduannya dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.



VIA : Lokal Zone
2 Warga Bengkala Pesta Sabu
http://2.bp.blogspot.com/-sFY7fGKQmJE/U5gWOPoL3bI/AAAAAAAACiY/YOfUXUqisMQ/s72-c/2+TSK+Narkoba.JPG
Baca
Semeton Jokowi Buleleng Gelar Penggalangan dana

Semeton Jokowi Buleleng Gelar Penggalangan dana

BULELENG,
Relawan capres Jokowi-JK yang menamakan dirinya Semeton Jokowi Buleleng pukul 09.30 wita pagi tadi, Rabu (11/6/2014) mulai menggalang dana dan menyebarkan sejumlah stiker kepada kendaraan yang melintas di seputarantraffic light Jalan Diponegoro - Dr. Sutomo Singaraja. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh sedikitnya 15 orang relawan yang terdiri dari para anak muda dengan dikoordinir oleh Wayan Erwin yang juga mengatakan sejumlah relawan lainnya tidak bisa datang karena mengikuti perkuliahan. 

"Anggota kami berjumlah sekitar 200 orang, sebagian besar mahasiswa yang kuliah di universitas yang tersebar di Singaraja, karena mengikuti kuliah hari ini tidak semua ikut," papar Erwin ketika dikonfirmasi di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung hanya 1,5 jam tersebut berhasil mengumpulkan sumbangan sebanyak Rp 1.466.250,- dan langsung dikirimkan ke rekeningJoko Widodo-Jusuf Kalla melalui bank BCA di Jalan Dr. Sutomo.

Rencananya kegiatan ini akan dilanjutkan dengan menyambut kedatangan kirab obor Tim Kampanye Jokowi-JK yang diarak keseluruh Kabupaten di Bali, dan melakukan persembahyangan bersama di Pura Pulaki serta Pura Penegil Darma Kecamatan Kubutambahan pada pukul 18.00 wita sore nanti.

Tidak hanya itu kegiatan penggalangan dana untuk Jokowi-JK juga akan dilaksanakan kembali pada hari Sabtu (14/6/2014) nanti. "Rencannaya pada hari sabtu kami juga menggelar kegiatan yang sama di daerah Pantai Penimbangan," ungkap Erwin.

BULELENG,
Relawan capres Jokowi-JK yang menamakan dirinya Semeton Jokowi Buleleng pukul 09.30 wita pagi tadi, Rabu (11/6/2014) mulai menggalang dana dan menyebarkan sejumlah stiker kepada kendaraan yang melintas di seputarantraffic light Jalan Diponegoro - Dr. Sutomo Singaraja. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh sedikitnya 15 orang relawan yang terdiri dari para anak muda dengan dikoordinir oleh Wayan Erwin yang juga mengatakan sejumlah relawan lainnya tidak bisa datang karena mengikuti perkuliahan. 

"Anggota kami berjumlah sekitar 200 orang, sebagian besar mahasiswa yang kuliah di universitas yang tersebar di Singaraja, karena mengikuti kuliah hari ini tidak semua ikut," papar Erwin ketika dikonfirmasi di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung hanya 1,5 jam tersebut berhasil mengumpulkan sumbangan sebanyak Rp 1.466.250,- dan langsung dikirimkan ke rekeningJoko Widodo-Jusuf Kalla melalui bank BCA di Jalan Dr. Sutomo.

Rencananya kegiatan ini akan dilanjutkan dengan menyambut kedatangan kirab obor Tim Kampanye Jokowi-JK yang diarak keseluruh Kabupaten di Bali, dan melakukan persembahyangan bersama di Pura Pulaki serta Pura Penegil Darma Kecamatan Kubutambahan pada pukul 18.00 wita sore nanti.

Tidak hanya itu kegiatan penggalangan dana untuk Jokowi-JK juga akan dilaksanakan kembali pada hari Sabtu (14/6/2014) nanti. "Rencannaya pada hari sabtu kami juga menggelar kegiatan yang sama di daerah Pantai Penimbangan," ungkap Erwin.

Semeton Jokowi Buleleng Gelar Penggalangan dana
http://4.bp.blogspot.com/-V2DoErdToAs/U5gVsR42SiI/AAAAAAAACiQ/Dt-N0YINa4o/s72-c/Semeton+Jokowi+Buleleng.JPG
Baca
Kampanye Hitam Terus Menyerang Pasangan Jokowi - JK

Kampanye Hitam Terus Menyerang Pasangan Jokowi - JK

BULELENG,
Calon Presiden nomor urut dua, joko widodo – Jusuf Kala terus saja diserang isu miring yang tidak disertai bukti yang valid dan menjurus fitnah. Sebelumnya jokowi diberitakan telah meninggal dunia, berita tersebut sontak mengagetkan masyarakat. Tak hanya itu, keluarga jokowi juga tidak luput dari serangan kampanye hitam yang mengatakan bahwa orang tua jokowi adalah non muslim. Isu-isu tersebut sudah diklarifikasi oleh Joko Widodo namun kampanye hitam terus saja berlangsung dan tidak terkendali. Belakangan ini muncul jika jokowi presiden maka sertifikasi guru akan dihapuskan. Sontak para guru merasa was-was dengan pemberitaan tersebut. Isu ini juga membuat Tim Kampanye Jokowi-Jusuf Kalla (JK) Provinsi Bali merasa dirugikan. Ketua Tim Kampanye Jokowi-JK Provinsi Bali Wayan Koster menepis dan membantah keras isu yang dirasakan sudah sangat meresahkan dan merugikan pihaknya itu. Ia menjelaskan isu tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan serta kebingungan khususnya di kalangan guru dan dosen.
BULELENG,
Calon Presiden nomor urut dua, joko widodo – Jusuf Kala terus saja diserang isu miring yang tidak disertai bukti yang valid dan menjurus fitnah. Sebelumnya jokowi diberitakan telah meninggal dunia, berita tersebut sontak mengagetkan masyarakat. Tak hanya itu, keluarga jokowi juga tidak luput dari serangan kampanye hitam yang mengatakan bahwa orang tua jokowi adalah non muslim. Isu-isu tersebut sudah diklarifikasi oleh Joko Widodo namun kampanye hitam terus saja berlangsung dan tidak terkendali. Belakangan ini muncul jika jokowi presiden maka sertifikasi guru akan dihapuskan. Sontak para guru merasa was-was dengan pemberitaan tersebut. Isu ini juga membuat Tim Kampanye Jokowi-Jusuf Kalla (JK) Provinsi Bali merasa dirugikan. Ketua Tim Kampanye Jokowi-JK Provinsi Bali Wayan Koster menepis dan membantah keras isu yang dirasakan sudah sangat meresahkan dan merugikan pihaknya itu. Ia menjelaskan isu tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan serta kebingungan khususnya di kalangan guru dan dosen.
Kampanye Hitam Terus Menyerang Pasangan Jokowi - JK
http://3.bp.blogspot.com/-3h9Ypda_2Xw/U5UWINYctLI/AAAAAAAAChc/mQTG8f5HKcU/s72-c/kampanye+hitam.jpg
Baca
Bawaslu Provinsi Bali Petakan Wilayah Buleleng

Bawaslu Provinsi Bali Petakan Wilayah Buleleng

BULELENG,
Menjelang Perhelatan akbar Pemilu Presiden untuk periode 
2014 - 2019, berbagai persiapan dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu. Dalam rangka untuk mencegah kerawanan di berbagai wilayah, Bawaslu Provinsi Bali melakukan proses pemetaan, pengawasan dan pemantauan di Kabupaten Buleleng. Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia menjelaskan bahwa, wilayah yang dipetakan diduga memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi seperti di wilayah Buleleng. Ia pun menambahkan, melalui pemetaan wilayah akan dapat mengidentifikasi permasalahan serta menjalin informasi bersama masyarakat. 
BULELENG,
Menjelang Perhelatan akbar Pemilu Presiden untuk periode 
2014 - 2019, berbagai persiapan dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu. Dalam rangka untuk mencegah kerawanan di berbagai wilayah, Bawaslu Provinsi Bali melakukan proses pemetaan, pengawasan dan pemantauan di Kabupaten Buleleng. Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia menjelaskan bahwa, wilayah yang dipetakan diduga memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi seperti di wilayah Buleleng. Ia pun menambahkan, melalui pemetaan wilayah akan dapat mengidentifikasi permasalahan serta menjalin informasi bersama masyarakat. 
Bawaslu Provinsi Bali Petakan Wilayah Buleleng
http://4.bp.blogspot.com/-CIfKh_Bt_Cs/U5US9AiEmJI/AAAAAAAAChQ/zLpaXvNz2W4/s72-c/logo+bawaslu+RI.jpg
Baca