--: Dewata News -- Media Partner Informasi Anda :--
Ada Apa Dengan Air Terjun Aling-Aling ???

Ada Apa Dengan Air Terjun Aling-Aling ???

Air Terjun Aling-aling
Air terjun aling-aling yang berada di kecamatan sukasada Buleleng ini nampaknya setahun belakangan menjadi topik pembicaraan yang tak ada habisnya. Air terjun yang memiliki panorama menakjubkan dengan air yang jernih membuat air terjun aling-aling menjadi salah satu objek wisata yang banyak digemari oleh Masyarakat Buleleng dan Indonesia pada umumnya. 

Namun entah apa penyebabnya, belakangan ini objek wisata air terjun yang menjadi salah satu unggulan di Kabupaten Buleleng ini menjadi begitu "tenget". Hal ini diakibatkan sudah banyak wisatawan yang menjadi korban. Mulai dari polisi, wisatawan, hingga pemandu wisata ikut menjadi korban. Lalu apa yang salah dengan Air terjun Aling-aling?banyak yang beranggapan bahwa ada daya mistis yang menjadi penyebab banyak nya korban meninggal di air terjun ini, namun ada pula yang beranggapan bahwa Air terjun aling-aling memiliki medan yang cukup ekstrim yang membuat siapapun yang berkunjung kesana harus siap secara fisik.

Keluar dari semua anggapan diatas, ada sesuatu yang kurang dari objek wisata ini, yaitu kurang nya rambu-rambu peringatan.  Sebagian besar korban di air terjun tersebut adalah akibat terseret arus.  kejadian terakhir yang cukup menggemparkan yakni terseretnya wisatawan bernama Mustafa (30 tahun). Dia merupakan warga Cilitan, Kramat Jati,Jakarta Timur. Jasadnya ditemukan di bawah Jembatan Desa Sangket mengarah ke Terminal Sangket berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian. Saat ditemukan, jasad korban dalam keadaan tersangkut di sela-sela bebatuan, sekitar pukul 16.30 WITA. Dengan banyaknya kejadian wisatawan yang terseret arus, seharusnya membuat dinas terkait untuk segera memasang rambu-rambu peringatan agar hal seperti ini tidak akan terulang kembali dan akan membuat objek wisata unggulan Kabupaten Buleleng ini menjadi ditinggalkan. Akan sangat disayangkan jika objek wisata yang menawarkan panorama indah tersebut suatu saat akan tinggal kenangan. Ini akan berakibat buruk dengan hilang nya mata pencarian dari masyarakat setempat yang selama ini bergantung dengan objek wisata air terjun aling-aling.

Air Terjun Aling-aling
Air terjun aling-aling yang berada di kecamatan sukasada Buleleng ini nampaknya setahun belakangan menjadi topik pembicaraan yang tak ada habisnya. Air terjun yang memiliki panorama menakjubkan dengan air yang jernih membuat air terjun aling-aling menjadi salah satu objek wisata yang banyak digemari oleh Masyarakat Buleleng dan Indonesia pada umumnya. 

Namun entah apa penyebabnya, belakangan ini objek wisata air terjun yang menjadi salah satu unggulan di Kabupaten Buleleng ini menjadi begitu "tenget". Hal ini diakibatkan sudah banyak wisatawan yang menjadi korban. Mulai dari polisi, wisatawan, hingga pemandu wisata ikut menjadi korban. Lalu apa yang salah dengan Air terjun Aling-aling?banyak yang beranggapan bahwa ada daya mistis yang menjadi penyebab banyak nya korban meninggal di air terjun ini, namun ada pula yang beranggapan bahwa Air terjun aling-aling memiliki medan yang cukup ekstrim yang membuat siapapun yang berkunjung kesana harus siap secara fisik.

Keluar dari semua anggapan diatas, ada sesuatu yang kurang dari objek wisata ini, yaitu kurang nya rambu-rambu peringatan.  Sebagian besar korban di air terjun tersebut adalah akibat terseret arus.  kejadian terakhir yang cukup menggemparkan yakni terseretnya wisatawan bernama Mustafa (30 tahun). Dia merupakan warga Cilitan, Kramat Jati,Jakarta Timur. Jasadnya ditemukan di bawah Jembatan Desa Sangket mengarah ke Terminal Sangket berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian. Saat ditemukan, jasad korban dalam keadaan tersangkut di sela-sela bebatuan, sekitar pukul 16.30 WITA. Dengan banyaknya kejadian wisatawan yang terseret arus, seharusnya membuat dinas terkait untuk segera memasang rambu-rambu peringatan agar hal seperti ini tidak akan terulang kembali dan akan membuat objek wisata unggulan Kabupaten Buleleng ini menjadi ditinggalkan. Akan sangat disayangkan jika objek wisata yang menawarkan panorama indah tersebut suatu saat akan tinggal kenangan. Ini akan berakibat buruk dengan hilang nya mata pencarian dari masyarakat setempat yang selama ini bergantung dengan objek wisata air terjun aling-aling.

Ada Apa Dengan Air Terjun Aling-Aling ???
http://4.bp.blogspot.com/-AAkgt7i3i2g/VTmOoGtWBOI/AAAAAAAADTs/5POD1PQRNBw/s72-c/aling.jpg
Baca
Alasan Yang Tak Logis Mengenai Reklamasi Oleh Gubernur Pastika

Alasan Yang Tak Logis Mengenai Reklamasi Oleh Gubernur Pastika

Gubernur Bali Made Mangku Pastika

Editorial, Mega Proyek Reklamasi Teluk Benoa yang direncanakan oleh Pemprov Bali terus menuai polemik di masyarakat. Tak hanya datang dari masyarakat tanjung benoa, penolakan juga datang dari LSM lingkungan WALHI, Musisi sekelas SID dan Iwan Fals serta LSM lain nya yang tergabung dalam gerakan FORBALI. Gubernur Bali dalam setiap kesempatan selalu memberikan penjelasan bahwa proyek reklamasi tersebut adalah untuk kesejahteraan masyarakat Bali. Berikut beberapa alasan yang tidak logis dari Gubernur bali soal Reklamasi.

1. Pulau Bali Semakin Kecil atau Ceking
Gubernur Bali mengeluarkan statemen bahwa proyek reklamasi tersebut digulirkan karena beliau berpikir semakin hari pulau bali ini semakin kecil/ceking. ditambahkan pula bahwa pemerintah bali harus segera membuat daratan baru jika tidak ingin pulau bali ini habis dimakan abrasi. Alasan pulau Bali semakin Ceking dijadikan sebagai alasan reklamasi adalah hal yang lucu sekaligus menggelitik. pertanyaan nya sekarang, Seberapa urgent nya sih Bali perlu nambah Dataran Baru??dari statemen tersebut jelas terlihat bahwa Gubernur menganggap Bali itu hanya Bali Selatan padahal masih ada Bali Utara,barat dan timur yang pembangunannya masih minim. Alasan mereklamasi untuk menanggulangi abrasi juga makin lucu. ini sama halnya dengan membunuh nyamuk dengan rudal padahal cukup dengan tangan nyamuk pasti mati. Abrasi itu bisa diminimalisir dengan cara membangun pemecah gelombang disandingkan dengan Hutan Bakau. Hutan bakau sangat efektif untuk mencegah abrasi dan itu sesuai dengan teori-teori lingkungan yang diajarkan dari kita SD. Disekolah tidak pernah kita diajarkan menanggulangi abrasi dengan reklamasi. Mungkin dengan kejadian ini, besok-besok jika ibu/pak guru menanyakan cara menanggulangi abrasi jawab lantang dengan mengatakan reklamasi. jika ditanya dari mana dapat teori bilang saja dari gubernur bali. Jadi alasan reklamasi untuk mencegah abrasi adalah alasan yang lucu dan dibuat-buat.

2. Menciptakan Lapangan Kerja Untuk Masyarakat Bali
Tentu alasan ini cukup masuk di akal. Dengan adanya mega proyek reklamasi ini akan dapat menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang besar. Tapi pertanyaan nya sekarang apakah masyarakat Bali akan diutamakan untuk menjadi bagian pada proyek tersebut??pertanyaan selanjutnya apakah ada kepastian baik dari pemprov maupun kontraktor bahwa mayoritas yang bekerja nantinya adalah orang Bali?? jawabannya sangat mudah. kita tengok saja beberapa mega proyek di Bali seperti Pembangunan bendungan Titab di Bali Utara, Pembangunan PLTU Celukan Bawang atau lihat proyek jalan TOL diatas laut, berapa persen sih orang Bali yang dipekerjakan??tidak sampai 40 %, itupun orang Bali hanya dapat di posisi pekerjaan kasarnya, Untuk posisi yang strategis sangat sedikit orang Bali yang diberi kesempatan. Dengan SDM bali yang saat ini belum mumpuni, sudah akan jelas tergambar bahwa nantinya orang Bali tidak akan diutamakan. karena kontraktor proyek juga akan membawa orang-orang dari luar bali untuk ikut bersaing.

3. Menciptakan Ikon Pariwisata Baru
Alasan selanjutnya yang diutarakan oleh Gubernur Bali soal reklamasi adalah untuk menciptakan ikon pariwisata baru. " toris-toris itu sekarang sudah bosen liat objek wisata yang itu-itu saja, perlu kita menambah objek wisata baru". Mungkin pak Gubernur yang kita cintai ini sudah lupa atau pura-pura lupa. Turis baik domestik atau mancanegara itu berlibur ke Bali bukan mencari Hotel yang tinggi-tinggi, gedung pencakar langit atau pulau buatan. Mereka itu datang ke Bali untuk melihat dari dekat adat, tradisi dan budaya Bali. Selain melihat tradisi bali, mereka juga terpesona dengan keindahan alam yang masih natural dan ajeg. kalau mau menciptakan ikon pariwisata baru coba di buktikan itu membangun patung GWK yang masih termutilasi sampai sekarang. jadi alsan yang dikemukakan itu sangat tidak masuk di logika. Bali itu di serbu turis karena budaya dan alamnya. karena masyarakat bali masih menjaga adat dan tradisi leluhur. kalau adat dan budaya itu sudah tidak ada lagi di Bali, tentu bali tidak akan lagi menjadi destinasi wisata dunia. bali akan kehilangan jati dirinya, Bali akan sama saja dengan negara-negara yang tidak memiliki budaya.

4. Lulusan Kampus ISI Akan Menari Dimana
LUCU mungkin itu kesan yang terasa saat mendengar alasan pak gubernur bali ini. Statemen ini terekam saat Gubernur Bali Membuka rapat koordinasi dan diskusi terbuka di kantor gubernur. " saya merasa kasihan dengan para mahasiswa ISI yang sudah di wisuda, mau ngigel kemana mereka?" lhooo....kok jadi alsannya makin kacau gitu? kok bisa seorang sekaliber gubernur berbicara demikian. memang kalau ada reklamasi lulusan ISI tersebut akan bisa menari disana??bukannya menambah sanggar-sangar tari ini malahan buat pulau baru. Pak gubernur juga lupa kalau lulusan ISI tidak hanya menari tapi ada seni-seni yang lain. Terus seni-seni yang lain pada dikemanakan pak? yang ada itu pemprov bali mensejahterakan para seniman-seniman Bali. Seniman Tua saja masih banyak yang kurang sejahtera dan minim perhatian dari pemerintah bali, apa lagi mau ngurus yang muda-muda. Buatkan sebuah wadah untuk para seniman agar bisa disalurkan ke luar negeri. agar mereka bisa menyebarluaskan kesenian Bali. Seniman-seniman Bali sudah banyak yang ke luar negeri. namun sayang nya mereka merogoh kantong sendiri untuk berangkat ke luar negeri.


Lihat video selengkapnya di https://www.youtube.com/watch?v=CceZvxdUQoA
Gubernur Bali Made Mangku Pastika

Editorial, Mega Proyek Reklamasi Teluk Benoa yang direncanakan oleh Pemprov Bali terus menuai polemik di masyarakat. Tak hanya datang dari masyarakat tanjung benoa, penolakan juga datang dari LSM lingkungan WALHI, Musisi sekelas SID dan Iwan Fals serta LSM lain nya yang tergabung dalam gerakan FORBALI. Gubernur Bali dalam setiap kesempatan selalu memberikan penjelasan bahwa proyek reklamasi tersebut adalah untuk kesejahteraan masyarakat Bali. Berikut beberapa alasan yang tidak logis dari Gubernur bali soal Reklamasi.

1. Pulau Bali Semakin Kecil atau Ceking
Gubernur Bali mengeluarkan statemen bahwa proyek reklamasi tersebut digulirkan karena beliau berpikir semakin hari pulau bali ini semakin kecil/ceking. ditambahkan pula bahwa pemerintah bali harus segera membuat daratan baru jika tidak ingin pulau bali ini habis dimakan abrasi. Alasan pulau Bali semakin Ceking dijadikan sebagai alasan reklamasi adalah hal yang lucu sekaligus menggelitik. pertanyaan nya sekarang, Seberapa urgent nya sih Bali perlu nambah Dataran Baru??dari statemen tersebut jelas terlihat bahwa Gubernur menganggap Bali itu hanya Bali Selatan padahal masih ada Bali Utara,barat dan timur yang pembangunannya masih minim. Alasan mereklamasi untuk menanggulangi abrasi juga makin lucu. ini sama halnya dengan membunuh nyamuk dengan rudal padahal cukup dengan tangan nyamuk pasti mati. Abrasi itu bisa diminimalisir dengan cara membangun pemecah gelombang disandingkan dengan Hutan Bakau. Hutan bakau sangat efektif untuk mencegah abrasi dan itu sesuai dengan teori-teori lingkungan yang diajarkan dari kita SD. Disekolah tidak pernah kita diajarkan menanggulangi abrasi dengan reklamasi. Mungkin dengan kejadian ini, besok-besok jika ibu/pak guru menanyakan cara menanggulangi abrasi jawab lantang dengan mengatakan reklamasi. jika ditanya dari mana dapat teori bilang saja dari gubernur bali. Jadi alasan reklamasi untuk mencegah abrasi adalah alasan yang lucu dan dibuat-buat.

2. Menciptakan Lapangan Kerja Untuk Masyarakat Bali
Tentu alasan ini cukup masuk di akal. Dengan adanya mega proyek reklamasi ini akan dapat menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang besar. Tapi pertanyaan nya sekarang apakah masyarakat Bali akan diutamakan untuk menjadi bagian pada proyek tersebut??pertanyaan selanjutnya apakah ada kepastian baik dari pemprov maupun kontraktor bahwa mayoritas yang bekerja nantinya adalah orang Bali?? jawabannya sangat mudah. kita tengok saja beberapa mega proyek di Bali seperti Pembangunan bendungan Titab di Bali Utara, Pembangunan PLTU Celukan Bawang atau lihat proyek jalan TOL diatas laut, berapa persen sih orang Bali yang dipekerjakan??tidak sampai 40 %, itupun orang Bali hanya dapat di posisi pekerjaan kasarnya, Untuk posisi yang strategis sangat sedikit orang Bali yang diberi kesempatan. Dengan SDM bali yang saat ini belum mumpuni, sudah akan jelas tergambar bahwa nantinya orang Bali tidak akan diutamakan. karena kontraktor proyek juga akan membawa orang-orang dari luar bali untuk ikut bersaing.

3. Menciptakan Ikon Pariwisata Baru
Alasan selanjutnya yang diutarakan oleh Gubernur Bali soal reklamasi adalah untuk menciptakan ikon pariwisata baru. " toris-toris itu sekarang sudah bosen liat objek wisata yang itu-itu saja, perlu kita menambah objek wisata baru". Mungkin pak Gubernur yang kita cintai ini sudah lupa atau pura-pura lupa. Turis baik domestik atau mancanegara itu berlibur ke Bali bukan mencari Hotel yang tinggi-tinggi, gedung pencakar langit atau pulau buatan. Mereka itu datang ke Bali untuk melihat dari dekat adat, tradisi dan budaya Bali. Selain melihat tradisi bali, mereka juga terpesona dengan keindahan alam yang masih natural dan ajeg. kalau mau menciptakan ikon pariwisata baru coba di buktikan itu membangun patung GWK yang masih termutilasi sampai sekarang. jadi alsan yang dikemukakan itu sangat tidak masuk di logika. Bali itu di serbu turis karena budaya dan alamnya. karena masyarakat bali masih menjaga adat dan tradisi leluhur. kalau adat dan budaya itu sudah tidak ada lagi di Bali, tentu bali tidak akan lagi menjadi destinasi wisata dunia. bali akan kehilangan jati dirinya, Bali akan sama saja dengan negara-negara yang tidak memiliki budaya.

4. Lulusan Kampus ISI Akan Menari Dimana
LUCU mungkin itu kesan yang terasa saat mendengar alasan pak gubernur bali ini. Statemen ini terekam saat Gubernur Bali Membuka rapat koordinasi dan diskusi terbuka di kantor gubernur. " saya merasa kasihan dengan para mahasiswa ISI yang sudah di wisuda, mau ngigel kemana mereka?" lhooo....kok jadi alsannya makin kacau gitu? kok bisa seorang sekaliber gubernur berbicara demikian. memang kalau ada reklamasi lulusan ISI tersebut akan bisa menari disana??bukannya menambah sanggar-sangar tari ini malahan buat pulau baru. Pak gubernur juga lupa kalau lulusan ISI tidak hanya menari tapi ada seni-seni yang lain. Terus seni-seni yang lain pada dikemanakan pak? yang ada itu pemprov bali mensejahterakan para seniman-seniman Bali. Seniman Tua saja masih banyak yang kurang sejahtera dan minim perhatian dari pemerintah bali, apa lagi mau ngurus yang muda-muda. Buatkan sebuah wadah untuk para seniman agar bisa disalurkan ke luar negeri. agar mereka bisa menyebarluaskan kesenian Bali. Seniman-seniman Bali sudah banyak yang ke luar negeri. namun sayang nya mereka merogoh kantong sendiri untuk berangkat ke luar negeri.


Lihat video selengkapnya di https://www.youtube.com/watch?v=CceZvxdUQoA
Alasan Yang Tak Logis Mengenai Reklamasi Oleh Gubernur Pastika
http://2.bp.blogspot.com/-7pCBsvJ7QOE/VSschiHcc9I/AAAAAAAADPE/5TEiPxqxWBs/s72-c/pastika.jpg
Baca
Ini Dia Video Rekaman CCTV Aksi Pencurian Oleh Ibu Muda di Seririt

Ini Dia Video Rekaman CCTV Aksi Pencurian Oleh Ibu Muda di Seririt

Seririt, Seorang Ibu Rumah Tangga ditangkap oleh jajaran polsek seririt pada minggu (11/01/15), Ibu rumah tangga yang akhirnya diketahui bernama Nur warga Kelurahan Kampung Kajanan Kecamatan Buleleng ditangkap berkat aksi dari pemilik butik "Amore" seririt yang melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV yang terpasang pada butik miliknya. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang ibu muda yang sedang menggendong anaknya berpura-pura untuk membeli kain. Saat kasir butik sedang lengah, Ibu Nur memasukan kain satu persatu kedalam bajunya. Aksi pencurian tersebut terjadi selama 5 menit. Setelah itu Ibu Nur langsung meninggalkan lokasi dengan beralasan ingin mengambil uang di ATM untuk membayar kain yang ia pilih sebelumnya.
Mengetahui butiknya telah kecurian, pemilik butik mencari wanita yang terlihat pada rekaman CCTV ke arah timur dari kota seririt. Dari hasil pengejaran tersebut, akhirnya wanita yang diduga melakukan aksi pengutilan tersebut ditangkap oleh pemilik butik di daerah desa Den Carik yang kemudian dibawa ke polsek seririt untuk menanggung jawabkan aksi kejahatannya.
Sementara, dari keterangannya di hadapan penyidik, Pelaku Nur mengaku khilaf melakukan aksi itu lantaran telah diceraikan oleh suaminya.

Seririt, Seorang Ibu Rumah Tangga ditangkap oleh jajaran polsek seririt pada minggu (11/01/15), Ibu rumah tangga yang akhirnya diketahui bernama Nur warga Kelurahan Kampung Kajanan Kecamatan Buleleng ditangkap berkat aksi dari pemilik butik "Amore" seririt yang melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV yang terpasang pada butik miliknya. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang ibu muda yang sedang menggendong anaknya berpura-pura untuk membeli kain. Saat kasir butik sedang lengah, Ibu Nur memasukan kain satu persatu kedalam bajunya. Aksi pencurian tersebut terjadi selama 5 menit. Setelah itu Ibu Nur langsung meninggalkan lokasi dengan beralasan ingin mengambil uang di ATM untuk membayar kain yang ia pilih sebelumnya.
Mengetahui butiknya telah kecurian, pemilik butik mencari wanita yang terlihat pada rekaman CCTV ke arah timur dari kota seririt. Dari hasil pengejaran tersebut, akhirnya wanita yang diduga melakukan aksi pengutilan tersebut ditangkap oleh pemilik butik di daerah desa Den Carik yang kemudian dibawa ke polsek seririt untuk menanggung jawabkan aksi kejahatannya.
Sementara, dari keterangannya di hadapan penyidik, Pelaku Nur mengaku khilaf melakukan aksi itu lantaran telah diceraikan oleh suaminya.

Ini Dia Video Rekaman CCTV Aksi Pencurian Oleh Ibu Muda di Seririt
Baca
Buleleng Mekorot Festival, Ajang Bagi Pecinta Adu Layangan

Buleleng Mekorot Festival, Ajang Bagi Pecinta Adu Layangan



BULELENG,
Kabupaten Buleleng seakan tidak pernah sepi dari kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Setelah sebelumnya sukses dengan Buleleng Festival dan Buleleng Endek Carnival, kini masyarakat buleleng khususnya pencinta permainan layang-layang akan disuguhi Buleleng Mekorot Festival 26 September nanti di kawasan Lovina yang diselenggarakan JCI ( Junior Chamber International) dan didukung oleh Wirausaha Muda Singaraja, Komunitas Anak Alam, dan Buleleng Community.

Ditemui usai beraudiensi dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST diruang kerjanya 15/9, salah satu panitia Gung Weda mengatakan latar belakang digelarnya Buleleng Mekorot Festival adalah untuk melestarikan budaya "mekorot" yang merupakan permainan layang-layang khas Buleleng. Pesertanya pun dari anak-anak hingga dewasa "Kami ingin memberikan pengalaman baru akan festival layang-layang dengan taste yang berbeda dari biasanya" ucapnya.

Yang membedakan dalam Festival Mekorot ini, panitia juga melakukan aksi bersih-bersih dengan pengumpulan sampah plastik dari peserta yang nantinya bisa ditukarkan dengan layang-layang. Selain itu, panitia nantinya akan mengumpulkan buku dan alat tulis dari peserta lomba yang nantinya akan disalurkan kepada adik asuh dari Buleleng Community dan Komunitas Anak Alam."Selain hiburan, kompetisi juga ada edukasi sampah plastik kepada masyarakat" tambahnya.

Bupati Putu Agus Suradnyana, usai menerima panitia Buleleng Mekorot Festival mendukung pelaksanaan lomba yang diyakini akan menjadi event besar ditahun mendatang. Bupati melihat, Festival Mekorot sesuai dengan terjemahan jiwa masyarakat Buleleng yaitu jengah dan berjiwa kompetisi. Bupati Agus berharap, Festival Mekorot bisa menjadi calender event setiap tahun untuk menambah agenda pariwisata Buleleng. "Karena ini baru pertama kali, maka tahun depan kita perluas cakupan kompetisinya ketingkat nasional. Saya sudah sampaikan ke panitia agar berkordinasi dengan Tim Kreatif saya untuk mensukseskan event Buleleng Mekorot ini agar gema dan gaungnya lebih terasa" ulasnya.


Via : Humas Buleleng



BULELENG,
Kabupaten Buleleng seakan tidak pernah sepi dari kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Setelah sebelumnya sukses dengan Buleleng Festival dan Buleleng Endek Carnival, kini masyarakat buleleng khususnya pencinta permainan layang-layang akan disuguhi Buleleng Mekorot Festival 26 September nanti di kawasan Lovina yang diselenggarakan JCI ( Junior Chamber International) dan didukung oleh Wirausaha Muda Singaraja, Komunitas Anak Alam, dan Buleleng Community.

Ditemui usai beraudiensi dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST diruang kerjanya 15/9, salah satu panitia Gung Weda mengatakan latar belakang digelarnya Buleleng Mekorot Festival adalah untuk melestarikan budaya "mekorot" yang merupakan permainan layang-layang khas Buleleng. Pesertanya pun dari anak-anak hingga dewasa "Kami ingin memberikan pengalaman baru akan festival layang-layang dengan taste yang berbeda dari biasanya" ucapnya.

Yang membedakan dalam Festival Mekorot ini, panitia juga melakukan aksi bersih-bersih dengan pengumpulan sampah plastik dari peserta yang nantinya bisa ditukarkan dengan layang-layang. Selain itu, panitia nantinya akan mengumpulkan buku dan alat tulis dari peserta lomba yang nantinya akan disalurkan kepada adik asuh dari Buleleng Community dan Komunitas Anak Alam."Selain hiburan, kompetisi juga ada edukasi sampah plastik kepada masyarakat" tambahnya.

Bupati Putu Agus Suradnyana, usai menerima panitia Buleleng Mekorot Festival mendukung pelaksanaan lomba yang diyakini akan menjadi event besar ditahun mendatang. Bupati melihat, Festival Mekorot sesuai dengan terjemahan jiwa masyarakat Buleleng yaitu jengah dan berjiwa kompetisi. Bupati Agus berharap, Festival Mekorot bisa menjadi calender event setiap tahun untuk menambah agenda pariwisata Buleleng. "Karena ini baru pertama kali, maka tahun depan kita perluas cakupan kompetisinya ketingkat nasional. Saya sudah sampaikan ke panitia agar berkordinasi dengan Tim Kreatif saya untuk mensukseskan event Buleleng Mekorot ini agar gema dan gaungnya lebih terasa" ulasnya.


Via : Humas Buleleng

Buleleng Mekorot Festival, Ajang Bagi Pecinta Adu Layangan
http://3.bp.blogspot.com/-nVsoHckQipI/VBkZJn4iOSI/AAAAAAAADFg/U_3xBMfFQ-Q/s72-c/10622805_10204627729114103_3404870496621313681_n.jpg
Baca
Melihat Buleleng Dimasa Keemasan

Melihat Buleleng Dimasa Keemasan

KOLEKSI FOTO TEMPO DULU BULELENG


Ahli linguistik Neubronner Herman van der Tuuk (1824-1894) untuk kediamannya di desa di sebelah selatan Singaradja

Anak Agung Panji Tisna

Baris Demang Buleleng

Bebonangan Desa Sangsit

Benteng Jagaraga

Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Buleleng

Tjelukan Bawang

Dermaga-Dermaga Kecil di Buleleng

Masyarakat Desa Pedawa

Dua Prajurit Buleleng

Dua pria Buleleng sedang beristirahat di sawah Gitgit

Gadis mencuci di saluran irigasi untuk lahan sawah di Bungkulan

Sekeha Gambelan di Desa Sangsit

Goesti Poetoe Djilantik dengan beberapa instrumen gamelan di Singaradja

Gusti Bagus Soerio dan Punggawa dari Singaradja

Gusti Ngurah Jelantik

Istana Raja Boeleleng Singaradja

Jalan raya Antosari sebelah barat dari Singaraja

Jembatan diatas Sungai Buleleng

kantor KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij)

kapal royal van der hagen di pelabuhan buleleng

Patroli Militer Belanda di Pantai Utara Bali

Proses Muat Kerbau ke Atas Kapal di Pelabuhan Buleleng

Bongkar Muatan Babi di Pelabuhan Buleleng

Para Turis dari Eropa Berkunjung Ke Desa Munduk

Pasar Buleleng

Masyarakat di Benteng Jagaraga

Proses Muat Kerbau ke Atas Kapal di Pelabuhan Buleleng

Proses Muat Kerbau ke Atas Kapal di Pelabuhan Buleleng

Mobil Pemimpin Belanda Diturunkan Dari Atas Kapal di Pelabuhan Buleleng

Pengrajin Tenun di Desa Bungkulan

Upacara Persembahan Untuk Pembangunan Landasan Bandara Buleleng (Letkol Wisnu)


Peta departemen Buleleng diproduksi pada tahun 1885 oleh surveyor asli Raden Mas Ronodirdjo bawah pengawasan Comptroller of the 1st Class di FA Sipil Liefrinck

Peta divisi Buleleng dan jembrana diproduksi pada tahun 1885 oleh surveyor asli Raden Mas Ronodirdjo bawah pengawasan Controller 1st Class FA Liefrinck

Pertanian Garam Desa Tejakula

Upacara Kremasi Mayat

Masyarakat Membawa Bunga di Pura Beji Sangsit

Patung Ganesha di Pura Menasa Sinabun

Putri Raja dari Buleleng, yang diasingkan pada tahun 1872

Rumah Perhimpunan Masyarakat buleleng

Tempat Beristirahat Gusti Ngurah Panji Sakti

Tukad Banyumala

KOLEKSI FOTO TEMPO DULU BULELENG


Ahli linguistik Neubronner Herman van der Tuuk (1824-1894) untuk kediamannya di desa di sebelah selatan Singaradja

Anak Agung Panji Tisna

Baris Demang Buleleng

Bebonangan Desa Sangsit

Benteng Jagaraga

Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Buleleng

Tjelukan Bawang

Dermaga-Dermaga Kecil di Buleleng

Masyarakat Desa Pedawa

Dua Prajurit Buleleng

Dua pria Buleleng sedang beristirahat di sawah Gitgit

Gadis mencuci di saluran irigasi untuk lahan sawah di Bungkulan

Sekeha Gambelan di Desa Sangsit

Goesti Poetoe Djilantik dengan beberapa instrumen gamelan di Singaradja

Gusti Bagus Soerio dan Punggawa dari Singaradja

Gusti Ngurah Jelantik

Istana Raja Boeleleng Singaradja

Jalan raya Antosari sebelah barat dari Singaraja

Jembatan diatas Sungai Buleleng

kantor KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij)

kapal royal van der hagen di pelabuhan buleleng

Patroli Militer Belanda di Pantai Utara Bali

Proses Muat Kerbau ke Atas Kapal di Pelabuhan Buleleng

Bongkar Muatan Babi di Pelabuhan Buleleng

Para Turis dari Eropa Berkunjung Ke Desa Munduk

Pasar Buleleng

Masyarakat di Benteng Jagaraga

Proses Muat Kerbau ke Atas Kapal di Pelabuhan Buleleng

Proses Muat Kerbau ke Atas Kapal di Pelabuhan Buleleng

Mobil Pemimpin Belanda Diturunkan Dari Atas Kapal di Pelabuhan Buleleng

Pengrajin Tenun di Desa Bungkulan

Upacara Persembahan Untuk Pembangunan Landasan Bandara Buleleng (Letkol Wisnu)


Peta departemen Buleleng diproduksi pada tahun 1885 oleh surveyor asli Raden Mas Ronodirdjo bawah pengawasan Comptroller of the 1st Class di FA Sipil Liefrinck

Peta divisi Buleleng dan jembrana diproduksi pada tahun 1885 oleh surveyor asli Raden Mas Ronodirdjo bawah pengawasan Controller 1st Class FA Liefrinck

Pertanian Garam Desa Tejakula

Upacara Kremasi Mayat

Masyarakat Membawa Bunga di Pura Beji Sangsit

Patung Ganesha di Pura Menasa Sinabun

Putri Raja dari Buleleng, yang diasingkan pada tahun 1872

Rumah Perhimpunan Masyarakat buleleng

Tempat Beristirahat Gusti Ngurah Panji Sakti

Tukad Banyumala

Melihat Buleleng Dimasa Keemasan
http://3.bp.blogspot.com/-w6DaJGoNsDo/VBPpqNY7mOI/AAAAAAAADAE/5Zz9dkRUlK8/s72-c/Ahli%2Blinguistik%2BNeubronner%2BHerman%2Bvan%2Bder%2BTuuk%2B(1824-1894)%2Buntuk%2Bkediamannya%2Bdi%2Bdesa%2Bdi%2Bsebelah%2Bselatan%2BSingaradja.jpg
Baca
Apa Kabar "Petani Garam Buleleng"???

Apa Kabar "Petani Garam Buleleng"???



BULELENG,
Masih adakah petani garam di Buleleng?? mungkin pertanyaan menggelitik seperti itulah yang banyak ditemui dikalangan masyarakat buleleng secara umum. Petani garam di kabupaten Buleleng semakin hari semakin berkurang akibat harga garam yang cenderung turun setiap tahunnya. Belum lagi cuaca yang tidak bersahabat semakin membuat petani garam di Buleleng gulung tikar. Kesejahteraan nampaknya menjadi mimpi yang terlalu tinggi dan sulit untuk dirasakan oleh para petani garam di Buleleng. Seperti halnya yang dirasakan petani garam yang ada di desa tejakula. Memasuki musim penghujan diakhir september atau awal oktober membuat sejumlah petani di Desa Tejakula kesulitan dalam proses pembuatan garam yang memerlukan terik panas matahari. 
Kondisi cuaca menjadi penentu petani dalam proses memproduksi garam, terlebih lagi petani garam tidak setiap hari dapat menghasilkan puluhan kilogram sekali produksinya. Petani garam di Desa Tejakula sempat menurun jumlah produksinya karena iklim yang kurang baik untuk menjemur air laut.
made astika salah satu petani garam mengatakan, di desanya kini terdapat  21 orang petani garam dan tergabung di dalam kelompok petani garam di Desa Tejakula. Rata-rata petani setempat memiliki lahan seluas dua are. 
memasuki musim penghujan, petani cemas dengan hasil produksi garam yang diperkirakan akan turun secara drastis. Penurunan hasil produksi garam berbanding terbalik dengan harga garam yang akan mengalami kenaikan akibat minimnya pasokan garam di pasaran. Berbeda dengan musim kemarau, petani bisa memproduksi garam dengan jumlah yang berlimpah namun harga garam akan cenderung turun.




BULELENG,
Masih adakah petani garam di Buleleng?? mungkin pertanyaan menggelitik seperti itulah yang banyak ditemui dikalangan masyarakat buleleng secara umum. Petani garam di kabupaten Buleleng semakin hari semakin berkurang akibat harga garam yang cenderung turun setiap tahunnya. Belum lagi cuaca yang tidak bersahabat semakin membuat petani garam di Buleleng gulung tikar. Kesejahteraan nampaknya menjadi mimpi yang terlalu tinggi dan sulit untuk dirasakan oleh para petani garam di Buleleng. Seperti halnya yang dirasakan petani garam yang ada di desa tejakula. Memasuki musim penghujan diakhir september atau awal oktober membuat sejumlah petani di Desa Tejakula kesulitan dalam proses pembuatan garam yang memerlukan terik panas matahari. 
Kondisi cuaca menjadi penentu petani dalam proses memproduksi garam, terlebih lagi petani garam tidak setiap hari dapat menghasilkan puluhan kilogram sekali produksinya. Petani garam di Desa Tejakula sempat menurun jumlah produksinya karena iklim yang kurang baik untuk menjemur air laut.
made astika salah satu petani garam mengatakan, di desanya kini terdapat  21 orang petani garam dan tergabung di dalam kelompok petani garam di Desa Tejakula. Rata-rata petani setempat memiliki lahan seluas dua are. 
memasuki musim penghujan, petani cemas dengan hasil produksi garam yang diperkirakan akan turun secara drastis. Penurunan hasil produksi garam berbanding terbalik dengan harga garam yang akan mengalami kenaikan akibat minimnya pasokan garam di pasaran. Berbeda dengan musim kemarau, petani bisa memproduksi garam dengan jumlah yang berlimpah namun harga garam akan cenderung turun.


Apa Kabar "Petani Garam Buleleng"???
http://2.bp.blogspot.com/-D334VtP17Aw/VA6kMh9jdiI/AAAAAAAAC_U/_NJ-1eso8NU/s72-c/garam110909-1resize.jpg
Baca
Kubutambahan Jadi Tuan Rumah Kejurnas Adventure Offroad

Kubutambahan Jadi Tuan Rumah Kejurnas Adventure Offroad




BULELENG,
Balap Adventure Offroad berstatus Kejuaraan Nasional (Kejurnas) bertajuk "Indonesia Xtreme 4x4 Team” akan memasuki putaran ke-4 atau babak akhir (final). Di bawah PT. Sarana Media Nusantara (SMN), serta disponsori oleh GT Radial, Lupromax Oil, Indonesia UTV Club (IUTVC), dan Jhonlin Group, balap bergengsi ini akan berlangsung pada 6-7 September 2014 di Sirkuit Kubutambahan, Buleleng - Bali.
Andhi Satria selaku Direktur Media & Sponsoship menuturkan, “Khusus putaran ke-4 ini, pihak SMN atas arahan PP-IMI bekerjasama dengan pihak IMI Bali dalam menentukan lokasi, dan pihak IMI Bali bekerjasama dengan DASICO Group, yang juga memiliki tim bernama Dasico Uma Dui dan akan turut serta meramaikan Indonesia Xtreme 4x4 Team 2014.”

Sementara Hariono. SBM selaku Direktur Utama menyatakan bahwa sangat gembira dan bangga karena balap offroad ini dapat dilangsungkan hingga ke Bali oleh SMN pada tahun pertamanya, yang bekerjasama dengan IMI Bali dan DASICO Group dalam rangka memperkenalkan dan membesarkan berbagai ajang balap di Indonesia. Hariono berharap para pembalap adventure beserta seluruh rekan kerjasama pada ajang ini dapat terus membesarkan dunia adventure offroad, serta memperkenalkan berbagai keindahan dan potensi daerah di Indonesia melalui kegiatan balap.

DASICO Group menyatakan juga bahwa ajang ini merupakan ke-3 kalinya tim Dasico Uma Dui dapat turut serta. "Persiapan dan target tidak akan muluk-muluk, karena kami baru masuk pada seri 2, kemudian lanjut seri 3 di Gempol dan nanti seri 4 akan menjadi tuan rumah di Bali," ujar Oding, salah satu punggawa tim Dasico Uma Dui.

Sementara itu, Reza. K selaku Direktur Operasional SMN menambahkan, "Sesuai dengan diskusi dengan pihak IMI Bali dan DASICO Group, juga beberapa teman-teman dari Bali, maka boleh dibilang bahwa seluruh jadwal persiapan masih dalam batas normal sesuai jadwal kerja masing-masing pihak. Kami telah menyesuaikan lintasan balap agar lebih aman dan cocok untuk berbagai jenis kendaraan adventure lainnya, sesuai dengan masukkan beberapa pembalap pada berbagai ajang sebelumnya. Dengan adanya beberapa handicap/rintangan, maka kami harapkan lintasan ini akan menjadi lintasan yang berkesan bagi masing-masing pembalap yang mengikuti ajang balap Indonesia Xtreme 4x4 Team 2014 putaran ke-4.”





BULELENG,
Balap Adventure Offroad berstatus Kejuaraan Nasional (Kejurnas) bertajuk "Indonesia Xtreme 4x4 Team” akan memasuki putaran ke-4 atau babak akhir (final). Di bawah PT. Sarana Media Nusantara (SMN), serta disponsori oleh GT Radial, Lupromax Oil, Indonesia UTV Club (IUTVC), dan Jhonlin Group, balap bergengsi ini akan berlangsung pada 6-7 September 2014 di Sirkuit Kubutambahan, Buleleng - Bali.
Andhi Satria selaku Direktur Media & Sponsoship menuturkan, “Khusus putaran ke-4 ini, pihak SMN atas arahan PP-IMI bekerjasama dengan pihak IMI Bali dalam menentukan lokasi, dan pihak IMI Bali bekerjasama dengan DASICO Group, yang juga memiliki tim bernama Dasico Uma Dui dan akan turut serta meramaikan Indonesia Xtreme 4x4 Team 2014.”

Sementara Hariono. SBM selaku Direktur Utama menyatakan bahwa sangat gembira dan bangga karena balap offroad ini dapat dilangsungkan hingga ke Bali oleh SMN pada tahun pertamanya, yang bekerjasama dengan IMI Bali dan DASICO Group dalam rangka memperkenalkan dan membesarkan berbagai ajang balap di Indonesia. Hariono berharap para pembalap adventure beserta seluruh rekan kerjasama pada ajang ini dapat terus membesarkan dunia adventure offroad, serta memperkenalkan berbagai keindahan dan potensi daerah di Indonesia melalui kegiatan balap.

DASICO Group menyatakan juga bahwa ajang ini merupakan ke-3 kalinya tim Dasico Uma Dui dapat turut serta. "Persiapan dan target tidak akan muluk-muluk, karena kami baru masuk pada seri 2, kemudian lanjut seri 3 di Gempol dan nanti seri 4 akan menjadi tuan rumah di Bali," ujar Oding, salah satu punggawa tim Dasico Uma Dui.

Sementara itu, Reza. K selaku Direktur Operasional SMN menambahkan, "Sesuai dengan diskusi dengan pihak IMI Bali dan DASICO Group, juga beberapa teman-teman dari Bali, maka boleh dibilang bahwa seluruh jadwal persiapan masih dalam batas normal sesuai jadwal kerja masing-masing pihak. Kami telah menyesuaikan lintasan balap agar lebih aman dan cocok untuk berbagai jenis kendaraan adventure lainnya, sesuai dengan masukkan beberapa pembalap pada berbagai ajang sebelumnya. Dengan adanya beberapa handicap/rintangan, maka kami harapkan lintasan ini akan menjadi lintasan yang berkesan bagi masing-masing pembalap yang mengikuti ajang balap Indonesia Xtreme 4x4 Team 2014 putaran ke-4.”


Kubutambahan Jadi Tuan Rumah Kejurnas Adventure Offroad
http://1.bp.blogspot.com/-qwgetAN9qLU/VAmBMdcl3kI/AAAAAAAAC-k/Ld-lu9nkrI8/s72-c/1.%2BIXAT%2BBali%2Bweb.jpg
Baca
Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra: Dalam Penanganan Kesejahteraan Masyarakat Buleleng Semua Pihak Harus Berpikir “Holistik” dan Berbagi Peran

Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra: Dalam Penanganan Kesejahteraan Masyarakat Buleleng Semua Pihak Harus Berpikir “Holistik” dan Berbagi Peran

Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra

BULELENG,
Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menyatakan dalam penanganan kesejahteraan masyarakat Buleleng semua pihak harus berpikir “holistik” dan berbagi peran sehingga bisa mempercepat serta meningkatkan kualitas kesejahteraan, pernyataan tersebut disampaikan Sutjidra dalam Pencanangan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK-KB dan Kesehatan Kabupaten Buleleng yang dipusatkan Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Jumat 05/09.
Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng Ny. Aries Suradnyana, Wabup Sutjidra menekankan tidak ada lagi ego sektoral dari masing-masing SKPD dalam penanganan kesejahteraan masyarakat Buleleng, mengingat untuk mewujudkannya harus ada kerjasama lintas sektoral serta pembagian peran sesuai dengan tugas dan tanggung jawab “ Tidak ada lagi saling tumpang tindih, ingat kesejahteraan keluarga tidak hanya tugas PKK saja, semua SKPD harus bekerjasama untuk mewujudkannya”tandas Sutjidra.
Sutjidra pun mencontohkan keberadaan warga lanjut usia (Lansia) yang merupakan bagian dari program kesejahteraan masyarakat , menurut pandangan Wabup yang berlatar belakang sebagai seorang dokter ini selain meningkatkan usaha-usaha promosi kesehatan terhadap Lansia, SKPD harus mulai merancang program yang efektif yang bermanfaat sehingga meskipun berusia lanjut tetap dapat mendapatkan pelayanan kesejahteraan dengan layak, “ Kalau dilihat rasio usia harapan hidup yang dicanangkan Pemerintah saat ini diatas usia 70 Tahun, disini usia 75 masih dalam kondisi sehat bahkan masih energik mengikuti senam, semangat ini contoh yang bagus yang harus ditiru dan digetuk tularkan ke desa lain “pujinya

Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra

BULELENG,
Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menyatakan dalam penanganan kesejahteraan masyarakat Buleleng semua pihak harus berpikir “holistik” dan berbagi peran sehingga bisa mempercepat serta meningkatkan kualitas kesejahteraan, pernyataan tersebut disampaikan Sutjidra dalam Pencanangan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK-KB dan Kesehatan Kabupaten Buleleng yang dipusatkan Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Jumat 05/09.
Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng Ny. Aries Suradnyana, Wabup Sutjidra menekankan tidak ada lagi ego sektoral dari masing-masing SKPD dalam penanganan kesejahteraan masyarakat Buleleng, mengingat untuk mewujudkannya harus ada kerjasama lintas sektoral serta pembagian peran sesuai dengan tugas dan tanggung jawab “ Tidak ada lagi saling tumpang tindih, ingat kesejahteraan keluarga tidak hanya tugas PKK saja, semua SKPD harus bekerjasama untuk mewujudkannya”tandas Sutjidra.
Sutjidra pun mencontohkan keberadaan warga lanjut usia (Lansia) yang merupakan bagian dari program kesejahteraan masyarakat , menurut pandangan Wabup yang berlatar belakang sebagai seorang dokter ini selain meningkatkan usaha-usaha promosi kesehatan terhadap Lansia, SKPD harus mulai merancang program yang efektif yang bermanfaat sehingga meskipun berusia lanjut tetap dapat mendapatkan pelayanan kesejahteraan dengan layak, “ Kalau dilihat rasio usia harapan hidup yang dicanangkan Pemerintah saat ini diatas usia 70 Tahun, disini usia 75 masih dalam kondisi sehat bahkan masih energik mengikuti senam, semangat ini contoh yang bagus yang harus ditiru dan digetuk tularkan ke desa lain “pujinya

Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra: Dalam Penanganan Kesejahteraan Masyarakat Buleleng Semua Pihak Harus Berpikir “Holistik” dan Berbagi Peran
http://3.bp.blogspot.com/-mqdSdQxiaXI/VAl_Slahx4I/AAAAAAAAC-c/pM5TEaAcmkw/s72-c/hari%2Bkesatuan%2Bgerak.jpg
Baca
Tarif Air Bersih di Kabupaten Buleleng Akan Mengalami Kenaikan

Tarif Air Bersih di Kabupaten Buleleng Akan Mengalami Kenaikan


BULELENG,
Pelanggan PDAM di Buleleng nampaknya harus mulai mengantisipasi dan melakukan penghematan. Diawal bulan November mendatang, tarif air bersih di Buleleng dijadwalkan kan mengalami kenaikan. namun mengenai besaran kenaikannya Belum dipastikan.
Dirut PDAM Buleleng Made Lestariana mengatakan sesuai  Permendagri 23/2006, masalah kenaikan air minum dilakukan pembahasan bersama DPRD, kemudian disampaikan ke Bupati untuk meminta pertimbangan dan persetujuan.





BULELENG,
Pelanggan PDAM di Buleleng nampaknya harus mulai mengantisipasi dan melakukan penghematan. Diawal bulan November mendatang, tarif air bersih di Buleleng dijadwalkan kan mengalami kenaikan. namun mengenai besaran kenaikannya Belum dipastikan.
Dirut PDAM Buleleng Made Lestariana mengatakan sesuai  Permendagri 23/2006, masalah kenaikan air minum dilakukan pembahasan bersama DPRD, kemudian disampaikan ke Bupati untuk meminta pertimbangan dan persetujuan.




Tarif Air Bersih di Kabupaten Buleleng Akan Mengalami Kenaikan
http://2.bp.blogspot.com/-qBFwWwQ2atk/VAa3Z3Y8VLI/AAAAAAAAC-M/b6RGHThJVNk/s72-c/tetesan%2Bharapan.jpg
Baca
Tarik Ulur Pembangunan Bandara Buleleng

Tarik Ulur Pembangunan Bandara Buleleng













Buleleng,

Tarik ulur pembangunan Bandara Internasional Buleleng terus saja berlanjut. Setelah sebelumnya tarik ulur terjadi karena perbedaan lokasi bandara antara pusat dan daerah dalam menentukan lokasi pembangunan bandara internasional buleleng. Setelah tarik ulur mengenai lokasi, kini Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengharapkan Pemerintah Provinsi Bali menjadi pemrakarsa rencana Pembangunan Bandar Udara Internasional di Bali Utara. Pemprov Bali nantinya diharapkan untuk melakukan Feasibility Studi atau Studi Kelayakan kembali agar ijin Penetapan Lokasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk membangun Bandara itu dapat diterbitkan. 


Disisi lain, Kepala Bappeda Suyasa menegaskan, untuk rencana pembangunan bandara di Buleleng diperlukan ijin penetapan lokasi dibangunnya bandara, sehingga seandainya Pemprov Bali setuju menjadi pemrakarsa, Pemprov harus melakukan studi kelayakan. 













Buleleng,

Tarik ulur pembangunan Bandara Internasional Buleleng terus saja berlanjut. Setelah sebelumnya tarik ulur terjadi karena perbedaan lokasi bandara antara pusat dan daerah dalam menentukan lokasi pembangunan bandara internasional buleleng. Setelah tarik ulur mengenai lokasi, kini Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengharapkan Pemerintah Provinsi Bali menjadi pemrakarsa rencana Pembangunan Bandar Udara Internasional di Bali Utara. Pemprov Bali nantinya diharapkan untuk melakukan Feasibility Studi atau Studi Kelayakan kembali agar ijin Penetapan Lokasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk membangun Bandara itu dapat diterbitkan. 


Disisi lain, Kepala Bappeda Suyasa menegaskan, untuk rencana pembangunan bandara di Buleleng diperlukan ijin penetapan lokasi dibangunnya bandara, sehingga seandainya Pemprov Bali setuju menjadi pemrakarsa, Pemprov harus melakukan studi kelayakan. 

Tarik Ulur Pembangunan Bandara Buleleng
http://4.bp.blogspot.com/-cZIa_cZH_zM/VAaFySkgEAI/AAAAAAAAC98/5N2j3S1IBfM/s72-c/BANDARA-DESAIN-OKE.jpg
Baca