Masih Di Perlukan Tenaga Radiologi dan Spesialis di RSUD Buleleng

Masih Di Perlukan Tenaga Radiologi dan Spesialis di RSUD Buleleng
http://2.bp.blogspot.com/-m6nTwMyJ4Lk/U_68uQ-suLI/AAAAAAAAC9M/ecHqFsWDw-c/s72-c/RSUD-Buleleng-Bali.jpg

BULELENG,

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng, masih memerlukan tenaga medis dibidang radiologi, rontgen dan spesialis, guna memenuhi perkembangan dan kebutuhan rumah sakit. Hal ini diterangkan direktur RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, dimana tenaga radiologi dan spesialis masih tergolong langka dan minim di Buleleng. “Masih diperlukan dokter yang memiliki kompetensi mengintepretasi hasil rontgennya. Misalnya dokter paru-paru, dia kan sering melihat hasil rontgen, jadi tentu dia tahu bila ada kelainan dan keluhan di pasien,” ujarnya, Rabu (27/8) kemarin.

Mengantisipasi kendalan keterbatasan tenaga ahli di bidang radiologi, pihaknya masih menggunakan tenaga dokter spesialis tertentu.“Sementara ini, yang membaca hasil rontgen adalah dokter spesialis untuk membaca rontgen atau soal radiologi,” ucapnya.

Konon katanya, keterbatasan tenaga radiologi dan spesialis, disebabkan minimnya tenaga lulusan kedokteran setiap tahunnya. Jika pun ada, mereka sudah terlebih dahulu bekerja di rumah sakit swasta atau direkrut bekerja rumah sakit ternama. “Baru-baru ini kamai telah memiliki tenaga spesialis THT dan anestesi masing-masing ada satu orang, tenaga spesialis yang lain belum ada. Sulit sekali mencari tenaga spesialis, kendalanya dari fakultas kedokteran. Dimana output lulusan, dari empat atau lima orang lulusan dalam setahun, justru sudah ada yang membooking terlebih dahulu,” katanya.

Wiartana menerangkan, dia telah melakukan usaha dengan meminta bantuan kepada fakultas kedokteran di Bali, untuk menyediakan tenaga dokter. Namun nihil, belum ada tambahan calon tenaga dokter untuk radiologi, ahli bedah dan tenaga spesialis lainnya. Selain soal tenaga ahli, RSUD Buleleng masih memerlukan alat-alat kesehatan penunjang rumah sakit. “Alat-alat untuk kelengkapan di RSUD Buleleng, ya tentu masih kekurangan. Kami masih melengkapi alat-alat penunjang kesehatan dengan bantuan dari dana TP, semua sedang dalam pembahasan. Mudah-mudahan September depan, sudah turun dana DIPA, kami rencananya mendapat bantuan dan 15 Milliar,” terangnya.


Berita Terkait Lainnya:

Share this product :